REVIEW JURNAL
REVIEW JURNAL
A. IDENTITAS
JURNAL
Judul : Sejarah Desa Sarani Matani Kecamatan Tombariri
Kabupaten
Minahasa 1945-2014
Nama penulis : Melinda Lasut
Jurnal : Jurnal Prodi Ilmu Sejarah Universitas Sam Ratulangi
Fakultas Ilmu
Budaya Universitas Sam Ratulangi
B. ABSTRAK
JURNAL
Uraian Abstrak : Penulis
menjelaskan bahwa dalam penelitiannya menggunakan metode sejarah yang terdiri
dari empat tahapan yaitu, (1) heuristik, (2) kritik analisa, (3) interpretasi,
dan (4) historiografi dan juga ilmu sosial sebagai alat bantu untuk menjawab
permasalahan dalam suatu penulisan sejarah.Penulis juga menjelaskan asal mula
penduduk membentuk suatu perkampungan menjadi desa yang didalamnya juga
menguraikan tentang keadaan pemerintahan, pendidikan, agama, kehidupan sosial
budaya masyarakat.
Kata
Kunci : Sejarah
desa, tahun 1945-2014, kehidupan sosial budaya
C. PENDAHULUAN
JURNAL
Pendahuluan pada jurnal tersebut
berisi sejarah desa sarani matani. Penulis juga membahas mengenai ruang lingkup
temporal dan ruang lingkup spasial.
D. LANDASAN
KONSEP
Penulis dalam jurnal tersebut
menggunakan konsep Sartono Kartidirdjo dalam bukunya yang berjudul pendekatan
ilmu-ilmu sosial dalam metodologi sejarah, yang membagi sejarah dalam dua sudut
pandang yaitu dalam arti subjektif dan objektif.
E. METODE
PENELITIAN
penulis menggunakan metode
penelitian sesuai dengan bidang ilmu yang telah didapat yakni metode penulisan
sejarah yang memiliki 4 tahapan yaitu , (1) heuristik, (2) kritik analisa, (3)
interpretasi, dan (4) historiografi
F. RINGKASAN
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Sejarah Desa Sarani Matani
Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa Tahun 1945-2014 . Jurnal ini membahas
mengenai sejarah Desa Sarani Matanu yang dimulai dari tahun 1945-2014.
Menjelaskan asal mula penduduk membentuk suatu perkampungan sampai menjadi desa
Sarani Matani. Dalam jurnal tersebut juga menguraikan mengenai keadaan
pemerintahan, pendidikan, agama, kehidupan sosial budaya masyarakat desa Sarani
Matani. Sejarah suatu desa sangat menarik perhatian sejarawan karena hampir
semua peristiwa sejarah berawal didaerah pedesaan. Demikian halnya dengan
sejarah desa Sarani Matani yaitu suatu desa yang terbentuk dari perjalanan
sejarah yang panjang. Karena terbentuknya desa tersebut atas dasar pemikiran
yang ingin mempersatukan suatu perbedaan. Perbedaan yang dimaksud adalah
perbedaan sudut pandang tentang kepercayaan yang membuat saling berselisih
paham. Akan tetapi karena adanya suatu usaha dari para pemimpinnya untuk
bersatu membentuk suatu desa, hingga pada akhirnya tahun 1903 terbentuk desa
Sarani Matani. Kehidupan agama didesa sarani matani masih dipengaruhi oleh
keadaan zaman dahulu. Orang orang yang tinggal dibagian atas menganut agama
kristen katolik, dan orang orang yang tinggal dibagian bawah menganut agama
kristen protestan. Namun, konflik yang terjadi pada zaman dahulu tidak
mempengaruhi kehidupan masyarakat masa kini, aspek kehidupan didesa sarani
,matani terus mengalami kemajuan meski demikian ditengah perkembangan zaman
yang semakin maju dan ilmu pengetahuan serta teknologi didalamnya yang tidak
terbendung, masyrakarat tetap memelihara kehidupan sosial dan budaya dengan
baik. Salah satunya dalam bidang pendidikan yang tidak terlepas dari pengaruh
agama sekolah yang berada didesa ini merupakan sekolah kristen yang di kelola
oleh agama katolik dan gereja masehi injili di minahasa, masyarakat menyadari
bahwa pendidikan sangat penting selain itu masyarakat didesa ini memiliki jiwa
kebersamaan dan gotong royong , mampu mempertahankan nilai tradisional yang ada
sehingga membuat desa ini maju dan berkembang.
G. REVIEW
JURNAL
Secara keseluruhan jurnal yang
berjurul Sejarah Desa Sarani Matani sudah baik dalam hal mendeskripsikan
apa yang ingin disampaikan oleh peneliti. Peneliti menyusunnya dengan jelas, dan sesuai dengan tujuan penelitian.
Kekurangan dari jurnal ini adalah Kurang detailnya tentang keadaan desa sarani matani , sehingga penulis langsung menuju kepada pokok permasalahan sehingga deskripsi tentang desa tersebut masi sangat minim dan menurut saya kurang detail .
Kekurangan dari jurnal ini adalah Kurang detailnya tentang keadaan desa sarani matani , sehingga penulis langsung menuju kepada pokok permasalahan sehingga deskripsi tentang desa tersebut masi sangat minim dan menurut saya kurang detail .
Jika di tarik benang merah sebelum terbentuknya desa sarani matani telah terjadi perselisihan atas perbedaan pemahaman dan keyakinan kasus serupa sama seperti yang dialami indonesia sendiri pada pra kemerdekaan yakni memersatukan pemahaman tentang perbedaan pendapat untuk kemerdekaan indonesia itu sendiri sehingga terbentuknya negara nkri. Saya sendiri salut dengan desa sarani matani ini yang menggunakan toleransi yang begitu kuat meskipun dengan melalui perselisihan terlebih dahulu sehingga terbentuknya desa ini,karna fanatik berlebihan juga tidak baik dalam menjaga keharmonisan sesama kita juga harus membangun sifat toleransi terhadap sesama guna terciptanya keharmonisan yang menyeluruh 🙏
ReplyDeleteDalam jurnal ini mengajarkan Kebergaman memang patut kita jadikan sebagai persatuan yang indah Karena indonesia merupakan negara yang memiliki keragaam dari sabang sampai maroke ���� Berbeda beda tapi satu .
ReplyDeleteYa ini sebenarnya berkaitan juga intoleransi antar agama, ras, dan berbeda pandangan politik. ketika di haruskan mentoleransi antar apapun itu sebenarnya sudah tidak toleran. toleransi tidak perlu di ucapkan.. biarkan hati yg berbicara. jiwa dan raga yg bergerak..
ReplyDeleteTerlepas dari kekurangan analisis, saya mengapresiasi analisa anda terhadap jurnal tersebut. Lebih dari itu tolong memeriksa kembali review anda sebelum dipublikasi, sebab masih banyak kesalahan ketik, ketidaksesuaian penggunaan kata sambung, dan kurang efektifnya susunan kalimat. Terima kasih.
ReplyDeleteMuhammad Syahrul Mudlofar
lebih baik jika dicantumkan kelebihan dan kekurangan dari jurnal tersebut. Terimakasih :):):)
ReplyDeleteKalau dilanjutkan menjadi tulisan bagus. Mengenai sejarah desa tersebut.
ReplyDelete