REVIEW BUKU BANDIT BANDIT PEDESAAN SUHARTONO W PRANOTO Aksi perbanditan atau premanisme bukanlah peristiwa kontemporer. Di Indonesia, ia telah memiliki akarnya sendiri setidaknya sejak abad ke-19. Namun, aksi premanisme masa itu lebih didasari pada ketidakpuasan terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda, alih-alih hanya sebentuk kejahatan semata. Pada abad ke-19, Yogyakarta dan Surakarta merupakan daerah subur yang dijadikan perkebunan. Hasil-hasil perkebunan berupa tebu, tembakau, indigo, dan kopi dihasilkan dari perusahaan-perusahaan yang berdiri di kedua kota tersebut. Walaupun Yogyakarta dan Surakarta berkembang menjadi kota produktif oleh aktivitas perkebunan, tetapi pertumbuhan tersebut juga dibersamai dengan fakta tingginya tingkat kriminalitas pada waktu itu: aksi perampokan dan pencurian muncul bak cendawan. Dalam bukunya yang berjudul Bandit-Bandit Pedesaan di Jawa , Suhartono menjelaskan jika angka pencurian hewan di Yogyakarta cukup tinggi. Pada tahun ...
Comments
Post a Comment