SEJARAH SOSIAL 08/03/2020

Model Penulisan Sejarah Sosial
  1. Model Evolusi
Model yang pertama ini disebut model evolusi untuk menunjukkan jenis penulisan yang melukiskan perkembangan sebuah masyarakat itu berdiri sampai menjadi sebuah masyarakat yang kompleks. Tentu saja model ini hanya dapat diterapkan pada bahan kajian yang memang mencoba mengkaji masyarakat dari permulaan berdirinya, yaitu jika memang sumber-sumber sejarahnya memungkinkan untuk penulisan yang seperti ini. Kebanyakan kota-kota di Amerika Serikat memenuhi kriteria tersedianya bahan untuk jenis penulisan ini.
Model ini mejelaskan bahwa semakin jauh waktu berjalan, semakin kompleks kehidupan masyarakat.Sekalipun sebuah kota di Indonesia model penulisan yang mengikuti dari awal pertumbuhan merupakan pekerjaan yang tak mudah, tapi kota-kota yang didirikan seperti Batavia yang kemudian menjadi Jakarta, atau kota-kota pelabuhan dapat ditulis dengan model ini.
  1. Model Lingkaran Setan
Model ini tidak menulis mengenai kota atau masyarakat dari awal, tetapi dari titik yang sudah menjadi. Setiap penulisan yang bertolak dari titik sejarah di tengah-tengah demikian biasanya selalu dimulai dengan lukisan sinkronis tentang masyarakat itu, baru kemudian secara diakronis ditunjukkan pertumbuhannya.
Dalam kerangka pemikiran demografis ini, terdapat urutan dinamika sejarah yang secara bergantian bepusat pada lingkaran tertentu, dan merupakan sebab akibat yang tak terelakkan setiap perkembangan baru berpusat pada satu gejala pokok.
Dalam sejarah Indonesia barangkali sulit untuk mencari yang sepadan dari model ini, karena perkembangan sejarah Indonesia banyak ditentukan oleh kekuatan-kekuatan di luar, seperti imperialisme. Tetapi jika kita melihat lebih dalam lagi, barangkali perkembangan sejak zaman Mataram Lama sampai Mataram dapat dilihat dari perspektif semacam ini.
  1. Model interval
Model ini merupakan kumpulan dari lukisan sinkronis yang diurutkan dalam kronologis sehingga tampak perkembangannya, sekalipun tidak tampak benar hubungan sebab akibat.
Prospek dari pendekatan ini dapat dilihat dari kemungkinan tersedianya sumber sejarah, terutama kalau kita mengingat bahwa sensus penduduk di Indonesia tidak secara teratur. Ada sejumlah bahan-bahan statistik yang memungkinkan untuk menulis secara ini, setidaknya karena adanya sensus pada tahun 1905, 1920, 1930, 1960, dan seterusnya. Dari data geografis ini tentu dapat dilihat perkembangan suatu unit geografis tertentu seperti sebuah kota atau daerah.
  1. Model Tingkat Perkembangan
Model ini adalah penerapan dari teori perkembangan masyarakat yang diangkat dari sosiologi.Disini akan dikemukakan tulisan Neil J. Smelser tentang revolusi Industri sebagai contoh, yaitu “Sociological History: The Industrial Revolution and the British Working-Class Family”. Dalam tulisannya yang dengan tegas dinyatakannya sebagai sejarah sosiologis itu, sosiolog Smelser memakai model diferensiasi struktural untuk melukiskan tahap-tahap perkembangan Revolusi Industri dan masyarakat Inggris, khususnya golongan pekerjanya.
Dengan singkat model ini mengatakan bahwa dalam sebuah kondisi tertentu, struktur sosial akan berubah sedemikian rupa sehingga peranan yang semula meliputi berbagai tipe kegiatan menjadi semakin terspesialisasi, dengan kata lain struktur sosial menjadi semakin kompleks dan dipilah-pilahkan.
  1. Model Jangka Panjang-Menengah-Pendek
Model ini diambil dari cara Fernand Braudel menangani sejarah sosial. Braudel membagi sejarah dalam tiga macam keberlangsungan. Pertama, ialah sejarah jangka panjang yang perubahannya sangat lamban. Kedua, ialah perkembangan yang lamban, tetapi dapat dirasakan ritmenya. Ketiga, ialah sejarah jangka pendek, yaitu sejarah dari kejadian-kejadian.
Dalam sejarah Indonesia, sebagai contoh misalnya disertasi Soetjipto Tjiptoatmodjo (1983) mengenai selat Madura tampak sedikit banyak usaha ke arah penulisan sejarah yang demikian.
  1. Model Sistematis
Model ini terutama sangat sesuai untuk menelusuri sejarah sosial dalam arti perubahan sosial. Dalam model ini diterapkan pendekatan behavioral sciences untuk sejarah dan hasilnya adalah sejarah institusional yang menekankan lebih banyak pada perubahan dalam perilaku yang terkondisi daripada uraian sejarah yang melukiskan kejadian politik, orang-orang besar, dan kejadian-kejadian yang menarik

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW BUKU